Kamis, 23 Agustus 2012

7 TEKNIK DAN CARA MERENDAHKAN DAN MENJAGA EMOSI

7 TEKNIK DAN CARA MERENDAHKAN DAN MENJAGA EMOSI



Dalam sebuah hubungan, pertengkaran memang tidak bisa dihindari. Jika tidak hati-hati, masalah kecil akan menjadi besar. Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, simak tips mendinginkan suasana ini.

1. Tenang

Ambil jeda waktu beberapa menit ketika muncul perasaan ingin ‘meledak’. Anda bisa pergi ke ruangan lain dan lepaskan ‘ledakan’ itu di sana. Bila perlu, ambil waktu lebih panjang. Setelah tenang, temui kembali pasangan dan selesaikan masalah dengan kepala dingin.

2. Hindari Kata ’Selalu’ Dan ‘Tidak Pernah’
“Kamu selalu begitu” atau “Kamu tidak pernah mengerti perasaanku”. Ucapan ini sering terlontar ketika kita marah pada pasangan. Padahal, penggunaan kata-kata ini akan semakin memperuncing pertengkaran. Hindari ucapan tersebut atau coba katakan lebih spesifik dan jelas.

3. Stop Berultimatum
Apa pun masalahnya, pertengkaran bukan akhir sebuah hubungan. Jadi, jangan mengeluarkan ultimatum atau mendeklarasikan hubungan Anda telah berakhir. Fokuskan perhatian pada inti masalah. Jangan biarkan diri Anda terbawa suasana.

4. Jangan Katakan “Aku benci Kamu”

Apa pun yang Anda rasakan saat bertengkar, jangan pernah sekali pun mengeluarkan ungkapan benci. Apalagi jika sebenarnya Anda tidak bermaksud seperti yang Anda katakan. Ungkapan seperti, “Aku benci kalau kamu bersikap seperti itu”, akan lebih enak didengar dibandingkan “Aku benci padamu”.

5. Toleran


Taktik bagus untuk menenangkan dan mendinginkan suasana adalah dengan berkata lembut dan halus pada pasangan yang sedang ‘panas’ hati. Bersikaplah lebih toleran, sabar dan tempatkan diri Anda di posisinya. Jika Anda tak pernah melakukan hal ini pada pasangan, jangan harap dia akan berbuat sama pada Anda.

6. Jangan Akhiri Pertengkaran Dengan Pertengkaran


Maksudnya, jangan mengomentari pertengkaran yang telah lewat secara berlebihan. Tidak penting siapa yang mulai menyela atau berteriak, jika Anda dan dia telah setuju dan berdamai. Hentikan tindakan atau ucapan yang dapat menyulut pertengkaran baru atau pun mengungkit masalah lama.

7. “Maaf”
Kata ini memang memiliki kekuatan magis yang besar dan bekerja sangat baik dalam menyelesaikan pertengkaran. Mintalah maaf kalau pernah berlaku tidak baik selama pertengkaran, meski Anda merasa tidak bersalah dalam pertengkaran tersebut.

Thanks Yang Udah Baca...,
Admin thomas disini...wkowkowkwok :P
Dear All My Friends,
Di bawah ini, saya tuliskan beberapa TIPS agar kita bisa mengendalikan dan menahan MARAH:

 

 
1. BERWUDHU,SHOLAT & BERIBADAH
  • Berwudhu akan mengurangi panasnya “bara” amarah di dalam hati. Dan, sholat akan membuat pernafasan Anda menjadi lebih pelan dan lebih rileks. Ini sebuah cara ampuh untuk menurunkan tekanan psikologis maupun stress.
2. LEBIH RELIGIUS
  • Jika selama ini Anda kurang aktif di pengajian ataupun kegiatan keagamaan lainnya, kenapa tidak segera memulainya lagi? Berada di Komunitas Spiritual, akan membantu diri kita mencapai prospek filosofi yang positif. Dan, ini pada akhirnya akan mengekang segala kesinisan, amarah, dan juga agresi.
3. SERINGLAH TERTAWA
  • Amarah dan humor memang tidak sama dan tak mungkin dalam satu waktu. Sehingga jika Anda mau tertawa, dan tak ada salahnya Anda menertawakan diri sendiri pada saat suasana mulai tidak mengenakkan hati…maka amarah yang siap keluar bakal mereda, jika Anda bisa menganggap tragedi itu hanyalah sebuah “banyolan” belaka.
4. MENDENGARKAN
  • Cobalah untuk menutup mulut, diam…mendengarkan. Sudah banyak bukti, bahwa diam sanggup meredam amarah, saat bersitegang dengan lawan bicara. Setelah itu, saat Anda berbicara, maka nada bicara Anda akan terdengar lebih bijak. Ini bisa membuat orang lain belajar kepada Anda.
5. TINGKATKAN EMPATI
  • Lihatlah situasinya menurut sudut pandang orang lain. Ini akan membuat Anda menemukan kecakapan baru, bahwa Anda bisa merasakan apa yang mereka rasakan. Maka, orang lain akan lebih menghargai Anda.
6. MEMAAFKAN
  • Betapa pun Anda pernah luka di “hati” yang dalam membekas, cobalah untuk memaafkan…meskipun menurut Anda hal itu tidak mungkin untuk dimaafkan. Cobalah melepaskan amarah dengan memaafkannya. Percayalah, Anda akan merasakan “pelepasan beban” yang membuat hidup jauh lebih ringan untuk dijalani.
7. TOLERANSI
  • Belajar menerima orang lain seperti apa adanya, bukan ingin menjadikan mereka sesuai kehendak Anda. Dengan sikap toleran ini, maka pada saat Anda berbicara, itu akan lebih didengarkan oleh orang lain.
8. MILIKI SAHABAT KARIB
  • Seorang sahabat karib, bisa dipercaya, dan dapat memberikan dukungan buat Anda, pada saat diperlukan. Sahabat juga tempat untuk berbagi. Dengan berbagi, gemuruh amarah akan menemukan pelepasannya, sehingga bisa diredakan.
9. BAHASA POSITIF & LUGAS
  • Meskipun marah karena merasakan ketidak adilan pada diri Anda, tetaplah fokus dan selektif. Gunakan bahasa positif namun lugas, simple, dengan nada suara yang rendah. Ini bisa membuat rasa marah mereda, dan bicara Anda pun akan lebih diperhatikan, dibandingkan jika Anda mengungkapkannya dengan nada tinggi dan keras, apalagi jika sampai memaki dan menghujat…yang mana bisa saja “seluruh isi kebun binatang” keluar dari mulut Anda.
10. MEMELIHARA BINATANG
  • Nah, daripada “seluruh isi kebun binatang” keluar dari mulut Anda, saat marah…mendingan Anda memelihara hewan kesayangan. Ini tidak menuntut banyak, kecuali makanan dan perhatian. Memelihara hewan kesayangan adalah tindakan bagus dan baik, sebagai awal Anda untuk belajar memperhatikan lingkungan sekitar Anda. Penelitian psikologis, menunjukkan bahwa secara fisik dan emosi, pemilik hewan kesayangan lebih baik, dibandingkan yang tidak memilikinya.
Demikian TIPS 10 LANGKAH MENGENDALIKAN & MENAHAN AMARAH ini. Semoga bisa dimanfaatkan sebaik mungkin, sesuai dengan keyakinan diri Anda sendiri.
Salam Luar Biasa Prima!
Thomas Is The best...._#_#_#_#_#_#_#

Rabu, 22 Agustus 2012

Cara Menahan / Meredam Rasa Marah

agan Agan Yang Dikasihi TUHAN ...
Mari Kita baca Post iNi deNgan Seksama

Cara Menahan /Meredam Emosi Kita
1. Rasakan Yang Orang Lain Rasakan
Cobalah bayangkan apabila kita marah kepada orang lain. Nah, sekarang tukar posisi di mana anda menjadi korban yang dimarahi. Bagaimana kira-kira rasanya dimarahi. Kalau kemarahan sifatnya mendidik dan membangun mungkin ada manfaatnya, namun jika marah membabi buta tentu jelas anda akan cengar-cengir sendiri.
2. Tenangkan Hati Di Tempat Yang Nyaman
Jika sedang marah alihkan perhatian anda pada sesuatu yang anda sukai dan lupakan segala yang terjadi. Tempat yang sunyi dan asri seperti taman, pantai, kebun, ruang santai, dan lain sebagainya mungkin tempat yang cocok bagi anda. Jika emosi agak memuncak mingkin rekreasi untuk penyegaran diri sangat dibutuhkan.
3. Mencari Kesibukan Yang Disukai
Untuk melupakan kejadian atau sesuatu yang membuat emosi kemarahan kita memuncak kita butuh sesuatu yang mengalihkan amarah dengan melakukan sesuatu yang menyenangkan dan dapat membuat kita lupa akan masalah yang dihadapi. Contoh seperti mendengarkan musik, main ps2 winning eleven, bermain gitar atau alat musik lainnya, membaca buku, chating, chayang-chayangan dengan kekasih pujaan hati, menulis artikel, nonton film box office, dan lain sebagainya. Hindari perbuatan bodoh seperti merokok, make narkoba, dan lain sebagainya.
4. Curahan Hati / Curhat Pada Orang Lain Yang Bisa Dipercaya
Menceritakan segala sesuatu yang terjadi pada diri kita mungkin dapat sedikit banyak membantu mengurangi beban yang ada di hati. Jangan curhat pada orang yang tidak kita percayai untuk mencegah curhatan pribadi kita disebar kepada orang lain yang tidak kita inginkan. Bercurhatlah pada sahabat, pacar / kekasih, isteri, orang tua, saudara, kakek nenek, paman bibi, dan lain sebagainya.
5. Mencari Penyebab Dan Mencari Solusi
Ketika pikiran anda mulai tenang, cobalah untuk mencari sumber permasalahan dan bagaimana untuk menyelesaikannya dengan cara terbaik. Untuk memudahkan gunakan secarik kertas kosong dan sebatang pulpen untuk menulis daftar masalah yang anda hadapi dan apa saja kira-kira jalan keluar atau solusi masalah tersebut. Pilih jalan keluar terbaik dalam menyelesaikan setiap masalah yang ada. Mungkin itu semua akan secara signifikan mengurangi beban pikiran anda.
6. Ingin Menjadi Orang Baik
Orang baik yang sering anda lihat di layar televisi biasanya adalah orang yang kalau marah tetap tenang, langsung ke pokok permsalahan, tidak bermaksud menyakiti orang lain dan selalu mengusahakan jalan terbaik. Pasti anda ingin dipandang orang sebagai orang yang baik. Kalau ingin jadi penjahat, ya terserah anda.
7. Cuek Dan Melupakan Masalah Yang Ada
Ketika rasa marah menyelimuti diri dan kita sadar sedang diliputi amarah maka bersikaplah masa bodoh dengan kemarahan anda. Ubah rasa marah menjadi sesuatu yang tidak penting. Misalnya dalam hati berkata : ya ampun…. sama yang kayak begini aja kok bisa marah, nggak penting banget sich…
8. Berpikir Rasional Sebelum Bertindak
Sebelum marah kepada orang lain cobalah anda memikirkan dulu apakah dengan masalah tersebut anda layak marah pada suatu tingkat kemarahan. Terkadang ada orang yang karena diliatin sama orang lain jadi marah dan langsung menegur dengan kasar mengajak ribut / berantem. Masalah sepele jangan dibesar-besarkan dan masalah yang besar jangan disepelekan.
9. Diversifikasi Tujuan, Cita-Cita Dan Impian Hidup
Semakin banyak cita-cita dan impian hidup anda maka semakin banyak hal yang perlu anda raih dan kejar mulai saat ini. Tetapkan impian dan angan hidup anda setinggi mungkin namun dapat dicapai apabila dilakukan dengan serius dan kerja keras. Hal tersebut akan membuat hal-hal sepele tidak akan menjadi penting karena anda terlalu sibuk dengan rajutan benang masa depan anda. Mengikuti nafsu marah berarti membuang-buang waktu anda yang berharga.
10. Kendalikan Emosi Dan Jangan Mau Diperbudak Amarah
Orang yang mudah marah dan cukup membuat orang di sekitarnya tidak nyaman sudah barang tentu sangat tidak baik. Kehidupan sosial orang tersebut akan buruk. Ikrarkan dalam diri untuk tidak mudah marah. Santai saja dan cuek terhadap sesuatu yang tidak penting. Tujuan hidup anda adalah yang paling penting. Anggap kemarahan yang tidak terkendali adalah musuh besar anda dan jika perlu mintalah bantuan orang lain untuk mengatasinya.
B. Cara Untuk Meredam Emosi / Amarah Orang Lain by organisasi.org :
Untuk meredam amarah orang lain sebaiknya kita tidak ikut emosi ketika menghadapi orang yang sedang dilanda amarah agar masalah tidak menjadi semakin rumit. Cukup dengarkan apa yang ingin ia sampaikan dan jangan banyak merespon. Tenang dan jangan banyak hiraukan dan dimasukkan dalam hati apa pun yang orang marah katakan. Cukup ambil intinya dan buang sisanya agar kita tidak ikut emosi atau menambah beban pikiran kita.
Jika marahnya karena sesuatu yang kita perbuat maka kalau bukan kesalahan kita jelaskanlah dengan baik, tapi kalau karena kesalahan kita minta maaf saja dan selesaikanlah dengan baik penuh ketenangan batin dan kesabaran dalam mengatasi semua kemarahannya. Lawan api dengan air, jangan lawan api dengan api. Semoga berhasil menjinakkan emosi rasa marah anda.

Tips dan Trik Cara Sabar

sabar?
Kata ini tentu mudah sekali diucap dan diingat, namun untuk menjalankannya? Siapa yang berani berkata mudah? Sangat jarang, dan bahkan hampir tidak ada. Ya, sabar memang sulit dijalankan, dilakukan, dilaksanakan. Sebagai seorang manusia yang memiliki emosi sebagai software bawaan dari sang Maha pencipta, tentunya tidak mudah bagi kita untuk dapat memanajemennya. Emosi yang sepertinya mengikat hati kita ini, seolah membuat kita tidak layak menyandang predikat sebagi seorang penyabar.  Karena ada saja godaan dan cobaan yang menguji kesabaran kita. Lalu, apa sih sebenarnya sabar itu? 
 
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, sabar bisa diartikan sebagai berikut;
 
Sabar : Tahan menghadapi cobaan (tidak lekas marah, tidak lekas putus asa, tidak lekas patah hati); tabah. Atau sikap tenang; tidak tergesa-gesa; tidak terburu nafsu.
 
Mengetahui arti sabar diatas, sepertinya akan sangat nyaman dan damai bila kita menjadi seorang yang penyabar. Lalu, adakah cara untuk menjadi orang yang sabar? Untuk dikatakan cara, mungkin apa yang ingin saya tulis berikut tidak memenuhi standar itu, tapi akan lebih pas bila kita sebut ini tips/trik untuk menjadi seorang penyabar.
 
 sabar 

  • Memperbanyak senyum
 
Bila Anda dalam keadaan tegang terbakar emosi, hati terasa sumpek dan dada sesak menahan amarah, maka tersenyumlah! Tidak ada yang lebih obat hati yang lebih mujarab daripada sebuah senyuman. Karena  senyum lebih erat dari jabat tangan sahabat, senyum dapat menjadi penyejuk hati yang penuh amarah, juga mencairkan suasana yang beku. Senyum itu menular dan akan membuat suasana menjadi gembira. Dengan memulai kebiasaan tersenyum pada siapa saja dengan tulus, InsyaAllah beban berat yang kita rasakan dapat berkurang, amarah berkurang, suasana lebih akrab, sehingga kita lebih tenang dalam menghadapi permasalahan dan dapat menyelesaikannya dengan mudah.
 
  • Mengalihkan perhatian
 
Memiliki masalah yang membuat kita pusing tujuh keliling memikirkannya, memanglah berat. Apalagi masalah itu sampai membuat kita tidak enak makan dan susah tidur, tentulah sangat menyiksa. Nah, bagaimana jika masalah yang sampai menyebabkan Anda tidak nyaman seperti itu terus Anda fikirkan? Konsentrasi Anda hanya tertuju pada masalah itu dan akhirnya melupakan urusan yang lain. Menurut saya, kunci menghadapi masalah berat adalah dengan “melupakan” masalah itu sendiri. Melupakan disini bukan berarti kita masa bodoh dengan masalah, tetapi berusaha tidak terlalu fokus pada permasalahan tersebut. Alihkan perhatian Anda dengan mencari suasana berbeda, hiburan atau kesibukan lain, akan membuat hati dan fikiran kita lebih enteng.
 
  • Telinga sebagai Penyaring
 
Jika semua yang kita dengar langsung kita masukkan ke hati, dijamin kemarahanlah yang akan kita tampilkan dan tentu saja akan sangat tidak nyaman. Kita tidak harus membawa apa yang kita dengar langsung ke hati, lebih baik kita menyaringnya, dan mengambil yang baik-baik saja dari informasi yang kita dengar tersebut, dan disitulah telinga kita bekerja. Ya, telinga sebagai penyaring informasi yang kita dengar dari manapun, jika informasi itu dirasa kurang enak dihati maka segera lupakan dan buang jauh-jauh, istilahnya “masuk kuping kanan keluar kuping kiri”. 
 
  • Bertukar posisi
 
Kunci kesabaran yang selanjutnya adalah, dengan bersikap empati  atau berusaha merasakan apa yang orang lain rasakan. Saya menyebutnya, bertukar posisi. Kita berusaha menempatkan diri kita pada posisi “tidak enak” yang orang lain merasakannya, bahkan dengan ringan hati dapat menjalankan posisi itu. Dengan begitu, maka segala kemalangan yang menimpa kita, akan terasa ringan. Kita tidak akan merasa sebagai “manusia termalang di dunia” karena dengan berempati kita bisa melihat lebih banyak orang lain yang lebih malang diluar sana. Jadi, untuk apa lagi marah dan menyesali diri? Apalagi sampai berputus asa…
 
Bersabarlah. Dengan bersabar, banyak kemudahan menghampiri Anda!
Thomas Akan Memberikan Yang Terbaik Untuk Anda .. @_@ +@+@+@+@+@+@+@+@

Tips Mengendalikan Emosi

1. Kenali emosi Anda

Ketahui apa yang Anda rasakan, apakah senang, sedih, takut, atau marah. Dengan mengenali baik-baik apa yang sebenarnya Anda rasakan, Anda akan lebih mudah memahami cara menuntaskannya.

Rasa cemburu, misalnya, merupakan penjelmaan dari rasa takut, takut tidak mampu terlihat lebih baik dari orang lain, atau merasa dijauhi karena tak bisa menjadi yang terbaik.

2. Bila Marah, segera Istighfar dan Ambillah Wudhu

Sesungguhnya marah itu dari setan, dan setan itu dijadikan dari api, dan yg dapat memadamkan api hanyalah air, maka apabila seseorang dalam keadaan marah, hendaklah segera berwudhu.

Jika marah datang, lemahkan daya marahnya, cabut substansinya, dan lindungi diri dari akibat2nya, sehingga jika hal itu menimpa, kita menaati peraturan akal. Dengan demikian kekuatan wudhu sesungguhnya merupakan jawaban yg paling tepat mengenai cara untuk melakukan hal tesebut.

Kebersihan dan kejernihan air wudhu dpt mengurangi atau bahkan menghilangkan panasnya temperatur tubuh ketika tengah marah. Kesucian air wudhu yg dapat menyucikan angota tubuh serta jiwa dpt menghilangkan dorongan2 amarah ke arah yg negatif, merusak, dan dpt mengarahkan daya amarah kepada keberanian, keadilan dan kebenaran

3. Jangan Dipendam

Anda mungkin takut tak dapat menahan diri atau membuat orang lain tersinggung jika Anda meluapkan emosi Anda. Namun memendam emosi seorang diri bukanlah hal yang baik bagi kesehatan psikis Anda. Ada kalanya Anda harus mengekspresikan apa yang ada dalam benak Anda, melalui curhat bersama seorang sahabat atau mengungkapkannya melalui hobi.

4. Berkaca dari Pengalaman

Pernahkah Anda terlibat dalam masalah baru saat Anda tak lagi mampu untuk menahan emosi? Menghajar seorang rekan kerja, misalnya? Atau mengalami kecelakaan saat kebut-kebutan di jalanan untuk melampiaskan emosi?

Lain kali jika Anda ingin mengeluarkan emosi dengan cara yang nekat, ingatlah resiko yang harus Anda hadapi di pengalaman sebelumnya. Anda pasti tak ingin mendapat masalah baru dan menambah amarah, kan?

5. Cari Ketenangan

Asingkan diri sejenak dari keramaian, beberapa menit saja hingga Anda dapat meredakan emosi yang menguasai benak Anda. Duduk, berdiri, atau berbaring, carilah posisi yang paling nyaman untuk menenangkan diri.

Kemudian pikirkan baik-baik apa yang melintas di benak Anda. Apakah Anda merasa takut dikeluarkan dari pekerjaan, menyakiti perasaan sahabat, atau merasa gagal dengan rencana yang telah lama dibuat, ketahui dengan jelas dugaan apa yang membuat Anda merasa stress.

6. Segera Cari Solusi Setelah Emosi Reda

Setelah menenangkan diri dan menurunkan kadar emosi di diri Anda, kini saatnya untuk mencari sejumlah opsi sebagai solusi untuk permasalahan Anda. Buat beberapa pilihan agar Anda memiliki opsi cadangan jika salah satunya gagal.

Cara-Cara Mengendalikan Emosi



Emosi merupakan perasaan intens yang di tujukan kepada seseorang atau suatu objek. Emosi dapat berupa sesuatu yang positif maupun sesuatu yang negative. Emosi yang positif biasa di tunjukkan dengan perasaan bahagia dan gembira ketika merasa senang dengan sesuatu, sebaliknya emosi yang negative di tunjukkan dengan perasaan marah ketika merasa kesal dan kecewa dengan suatu keadaan. Emosi negative ini lah yang harus kita redam/ kita kendalikan.
Merasa kesal, marah, dan kecewa pada suatu keadaan tentunya pasti sering kita rasakan. Kesal kepada orang tua, kakak, adik, saudara, teman, dan mungkin orang-orang di sekitar kita lainnya merupakan hal yang sangat wajar. Setiap orang pasti pernah mengalaminya. Banyak hal yang dapat membuat kita merasa marah/kesal baik dari hal-hal yang kecil sampai ke hal-hal yang besar sekalipun. Ketika kita merasa marah dan kesal terhadap sesuatu mungkin beberapa dari kita melampiaskan kemarahan itu dengan caci maki atau mungkin pukulan/kekerasan lainnya. Tapi penting kita ketahui bahwa melampiaskan kemarahan dengan cara seperti itu sama sekali tidak ada artinya. Itu bahkan bisa merugikan diri kita sendiri. Coba kamu pikirkan, ketika kamu melontarkan caci maki, kamu akan melukai perasaan orang lain, dan tentunya dari perbuatanmu itu kamu tidak akan mendapatkan keuntungan apapun. Mungkin kamu bisa berkata, “ Saya puas bila melampiaskan kemarahan saya , daripada semua emosi itu di tahan-tahan dalam hati.“ Tapi apakah kamu pernah berpikir, ketika kamu melukai hati orang lain, belum tentu orang itu akan senantiasa melupakan begitu saja, atau menganggap itu angin lalu. Tentunya tidak semua orang yang akan berpikir seperti itu .. Bagaimana kalau dia merasa dendam dengan apa yang kamu lakukan? Tentunya itu akan menjadi boomerang untuk dirimu sendiri bukan? Peribahasa pernah mengatakan.” Mulutmu adalah harimaumu.” Mulut adalah senjata manusia yang paling tajam yang bisa melukai manusia itu sendiri apabila tidak di pergunakan dengan baik. Kata-kata yang di lontarkan dari mulut kita sebaiknya tidak melukai perasaan orang lain, karena suatu saat itu akan merugikan diri kita sendiri.
Lalu, ketika merasa marah dan kesal, apa yang harus saya lakukan?? Apakah lebih baik menahan emosi daripada melampiaskannya?
“Saya tidak pernah melampiaskan kemarahan saya, saya selalu menahan amarah itu hingga sewaktu-waktu itu menjadi boomerang bagi diri saya sendiri. Kesehatan saya menjadi terganggu. Saya sering merasa pusing dan sesak napas, bahkan 2 bulan yang lalu, saya di vonis dokter telah terkena penyakit psikosomatis, penyakit gangguan psikologis yang berdampak pada fisik.” Amelia, 45 tahun
Kedua hal di atas menuturkan melampiaskan emosi dan kemarahan dengan mencaci maki ataupun menahannya , keduanya memilki dampak yang negative bagi diri kita sendiri. Mungkin beberapa dari kita sering merasa,” Sebenarnya saya tidak ingin bertengkar, tetapi dia selalu mencari gara-gara dan membuat saya menjadi kesal. Dia yang memulai pertengkaran ini.” Ketika kamu berpikir seperti itu berarti secara tidak langsung kamu telah berhasil membuat orang lain mengontrol emosimu. Lebih baik akuilah bahwa, “ Saya yang telah membiarkan diri saya terpancing dan bertindak berlebihan.”. Pemikiran itu tentu lebih bertanggung jawab daripada sekadar menyalahkan orang lain. Dengan berpikir seperti itu, tentunya kamu akan jauh lebih bijaksana dalam bertindak dan bertingkah laku.
Ketika kamu merasa marah kepada seseorang miasalnya karena dia mencaci maki atau berkata kasar padamu, lalu kamu pun membalas kemarahannya itu dengan caci maki yang tidak kalah kasarnya , dari sini kita bisa mengambil sebuah kesimpulam, apa bedanya kamu dengan dia yang membuatmu marah??? Kalian terlihat melakukan hal yang sama bukan?
Pada kenyataan sebenarnya, melampiaskan ataupun menahan kemarahan bukan merupakan cara yang efektif. Lalu apa yang harus kita lakukan bila suatu saat ada seseorang yang membuat kita merasa kesal dan jengkel???
Pernah saya mendengar sebua pepatah yang mengatakan, “ Ketika ada masalah orang bijaksana akan selalu menghindar, tetapi orang bodoh akan terus berjalan dan akhirnya dia tertimpa malapetaka. Ya.. jika kamu berada di sebuah situasi yang seperti itu, menghindar akan menjadi cara yang paling efektif agar kamu tidak terpancing dengan emosi dan kemarahan.. Menghindar akan jauh lebih baik daripada membiarkan dirimu terpancing dalam keadaan yang dapat membuat kamu merasa kesal atau marah.
“Ketika saya merasa amat kesal dengan seseorang, saya akan memilih untuk meninggalkan orang itu dan berjalan ke taman menghirup udara yang segar sambil melihat bunga-bunga di taman yang begitu indahnya, denga begitu saya akan merasa lebih tenang.” Kartika, 17 Tahun
“Saya akan menulis dan mencurahkan semua kekesalan saya pada sebuah blog pribadi, entah bagaimana ceritanya setiap kali sehabis saya curhat dan menumpahkan semuanya itu ke dalam blog, perasaan kesal yang saya rasakan akan sedikit berkurang.” Ratna, 21 Tahun
“Biasanya saya akan menceritakan kekesalan itu kepada Ayah, Ibu atau pacar saya. Meskipun mereka biasanya hanya mendengarkan saja tanpa memberi saran, tapi dengan begitu saya merasa benar-benar plong. Saya merasa kekesalan itu akan sedikit berkurang.” Chika, 21 Tahun
“Ketika saya benar-benar kesal, biasanya saya akan bermain basket dan meluapkan segala kekesalan saya dengan bermain basket. Alhasil perasaan saya menjadi sedikit lebih lega.” Ramli, 19 tahun
Beberapa cara yang di lakukan di atas merupakan cara-cara yang tentunya bisa kita lakukan agar dapat mengendalikan emosi. Banyak cara yang bisa kita lakukan untuk mengendalikan emosi yang memuncak. Tentunya cara yang positif dan tidak merugikan diri sendiri maupun orang lain. Perlu kita tanamkan dalam diri kita masing-masing,” Aku adalah pengendali emosiku dan tidak ada seorang atau apapun yang berhak untuk mengendalikannya.” Jika itu tertanam dalam diri kita masing-masing, pasti kita akan lebih mudah untuk mengendalikan emosi dan tidak terpancing atau terpengaruh terhadap lingkungan di sekitar kita. Kita juga akan lebih bijaksana dalam bertindak dan bertingkah laku di kehidupan.

menahan emosi dengan benar

Cara Menahan KesabarCara Menahan Emosi. Sebagian orang paling susah mengedalikan amarah “emosi” emosi yang sangat cepat akan membuat anda tidak kontrol dalam melakukan tindakan atau keputusan. Pada pertemuan kali ini saya akan membahas cara menahan emosi atau bisa di bilang sampai sejauh mana sih kesabaran kita. Memang emosi itu sangat berat untuk untuk kita kuasai agar kita dapat mengendalikan emosi.
Berbagai macam penyebab emosi kita menjadi memuncak dan pada saat emosi kita memuncak apakah anda dapat meredakan emosi anda yang memuncak tadi atau mengontrol emosi anda? Berikut ini saya mempunyai tips cara menahan emosi “kesabaran” simaklah dengan seksama cara menahan emosi berikut ini.
Cara Menahan Emosi Dengan Memperbanyak Senyum
Bila Anda dalam keadaan tegang terbakar emosi, hati terasa sumpek dan dada sesak menahan amarah, maka tersenyumlah! Tidak ada yang lebih obat hati yang lebih mujarab daripada sebuah senyuman. Karena  senyum lebih erat dari jabat tangan sahabat, senyum dapat menjadi penyejuk hati yang penuh amarah, juga mencairkan suasana yang beku. Senyum itu menular dan akan membuat suasana menjadi gembira. Dengan memulai kebiasaan tersenyum pada siapa saja dengan tulus, InsyaAllah beban berat yang kita rasakan dapat berkurang, amarah berkurang, suasana lebih akrab, sehingga kita lebih tenang dalam menghadapi permasalahan dan dapat menyelesaikannya dengan mudah.

Cara Menahan Emosi Dengan Mengalihkan Perhatian
Memiliki masalah yang membuat kita pusing tujuh keliling memikirkannya, memanglah berat. Apalagi masalah itu sampai membuat kita tidak enak makan dan susah tidur, tentulah sangat menyiksa. Nah, bagaimana jika masalah yang sampai menyebabkan Anda tidak nyaman seperti itu terus Anda fikirkan? Konsentrasi Anda hanya tertuju pada masalah itu dan akhirnya melupakan urusan yang lain. Menurut saya, kunci menghadapi masalah berat adalah dengan “melupakan” masalah itu sendiri. Melupakan disini bukan berarti kita masa bodoh dengan masalah, tetapi berusaha tidak terlalu fokus pada permasalahan tersebut. Alihkan perhatian Anda dengan mencari suasana berbeda, hiburan atau kesibukan lain, akan membuat hati dan fikiran kita lebih enteng.

Cara Menahan Emosi Dengan Telinga Sebagai Penyaring
Jika semua yang kita dengar langsung kita masukkan ke hati, dijamin kemarahanlah yang akan kita tampilkan dan tentu saja akan sangat tidak nyaman. Kita tidak harus membawa apa yang kita dengar langsung ke hati, lebih baik kita menyaringnya, dan mengambil yang baik-baik saja dari informasi yang kita dengar tersebut, dan disitulah telinga kita bekerja. Ya, telinga sebagai penyaring informasi yang kita dengar dari manapun, jika informasi itu dirasa kurang enak dihati maka segera lupakan dan buang jauh-jauh, istilahnya “masuk kuping kanan keluar kuping kiri”. 

Cara Menahan Emosi Dengan Bertukar Posisi
Kunci kesabaran yang selanjutnya adalah, dengan bersikap empati  atau berusaha merasakan apa yang orang lain rasakan. Saya menyebutnya, bertukar posisi. Kita berusaha menempatkan diri kita pada posisi “tidak enak” yang orang lain merasakannya, bahkan dengan ringan hati dapat menjalankan posisi itu. Dengan begitu, maka segala kemalangan yang menimpa kita, akan terasa ringan. Kita tidak akan merasa sebagai “manusia termalang di dunia” karena dengan berempati kita bisa melihat lebih banyak orang lain yang lebih malang diluar sana. Jadi, untuk apa lagi marah dan menyesali diri?
Kiranya demikianlah sobat pengertian saya tentang cara menahan emosi di atas. Semoga kutipan yang saya share di atas dapat membantu anda untuk mengendalikan amarah kalian. Sekian dan terima kasih.
Lagi Dan Lagi..
Agan Thomas Akan Menjelaskan bagaimana cara Agar emosi kita stabiL
 @_@

Istilah “kecerdasan emosional” pertama kali dilontarkan pada tahun 1990 oleh psikolog Peter Salovey dari Harvard University dan John Mayer dari University of New Hampshire untuk menerangkan kualitas-kualitas emosional yang tampaknya penting bagi keberhasilan.

Salovey dan Mayer mendefinisikan kecerdasan emosional atau yang sering disebut EQ sebagai :
“himpunan bagian dari kecerdasan sosial yang melibatkan kemampuan memantau perasaan sosial yang melibatkan kemampuan pada orang lain, memilah-milah semuanya dan menggunakan informasi ini untuk membimbing pikiran dan tindakan.” (Shapiro, 1998:8).
 Kecerdasan emosional sangat dipengaruhi oleh lingkungan, tidak bersifat menetap, dapat berubah-ubah setiap saat. Untuk itu peranan lingkungan terutama orang tua pada masa kanak-kanak sangat mempengaruhi dalam pembentukan kecerdasan emosional.

Keterampilan EQ bukanlah lawan keterampilan IQ atau keterampilan kognitif, namun keduanya berinteraksi secara dinamis, baik pada tingkatan konseptual maupun di dunia nyata. Selain itu, EQ tidak begitu dipengaruhi oleh faktor keturunan. (Shapiro, 1998-10).

Sebuah model pelopor lain yentang kecerdasan emosional diajukan oleh Bar-On pada tahun 1992 seorang ahli psikologi Israel, yang mendefinisikan kecerdasan emosional sebagai serangkaian kemampuan pribadi, emosi dan sosial yang mempengaruhi kemampuan seseorang untuk berhasil dalam mengatasi tututan  dan tekanan lingkungan (Goleman, 2000 :180).

            Gardner dalam bukunya yang berjudul Frame Of Mind (Goleman, 2000 : 50-53) mengatakan bahwa bukan hanya satu jenis kecerdasan yang monolitik yang penting untuk meraih sukses dalam kehidupan, melainkan ada spektrum kecerdasan yang lebar dengan tujuh varietas utama yaitu linguistik, matematika/logika, spasial, kinestetik, musik, interpersonal dan intrapersonal. Kecerdasan ini dinamakan oleh Gardner sebagai kecerdasan pribadi yang oleh Daniel Goleman disebut  sebagai kecerdasan emosional. 

Menurut Gardner, kecerdasan pribadi terdiri dari :”kecerdasan antar pribadi yaitu kemampuan untuk memahami orang lain, apa yang memotivasi mereka, bagaimana mereka bekerja, bagaimana bekerja bahu membahu dengan kecerdasan. Sedangkan kecerdasan intra pribadi adalah kemampuan yang korelatif, tetapi terarah ke dalam diri. Kemampuan tersebut adalah kemampuan membentuk suatu model diri sendiri yang teliti dan mengacu pada diri serta kemampuan untuk menggunakan modal tadi sebagai alat untuk menempuh kehidupan secara efektif.” (Goleman, 2002 : 52).

Dalam rumusan lain, Gardner menyatakan bahwa inti kecerdasan antar pribadi itu mencakup “kemampuan untuk membedakan dan menanggapi dengan tepat suasana hati, temperamen, motivasi dan hasrat orang lain.” Dalam kecerdasan antar pribadi yang merupakan kunci menuju pengetahuan diri, ia mencantumkan “akses menuju perasaan-perasaan diri seseorang dan kemampuan untuk membedakan perasaan-perasaan tersebut serta memanfaatkannya untuk menuntun tingkah laku”. (Goleman, 2002 : 53).

            Berdasarkan kecerdasan yang dinyatakan oleh Gardner tersebut, Salovey (Goleman, 200:57) memilih kecerdasan interpersonal dan kecerdasan intrapersonal untuk dijadikan sebagai dasar untuk mengungkap kecerdasan emosional pada diri individu. Menurutnya kecerdasan emosional adalah kemampuan seseorang untuk mengenali emosi diri, mengelola emosi, memotivasi diri sendiri, mengenali emosi orang lain (empati) dan kemampuan untuk membina hubungan (kerjasama) dengan orang lain.

            Menurut Goleman (2002 : 512), kecerdasan emosional adalah kemampuan seseorang mengatur kehidupan emosinya dengan inteligensi (to manage our emotional life with intelligence); menjaga keselarasan emosi dan pengungkapannya (the appropriateness of emotion and its expression) melalui keterampilan kesadaran diri, pengendalian diri, motivasi diri, empati dan keterampilan sosial.

            Dalam penelitian ini yang dimaksud dengan kecerdasan emosional adalah kemampuan siswa untuk mengenali emosi diri, mengelola emosi diri, memotivasi diri sendiri, mengenali emosi orang lain (empati) dan kemampuan untuk membina hubungan (kerjasama) dengan orang lain.

Selasa, 21 Agustus 2012

ANDA pernah merasa marah banget ketika ada orang yang marahin agan tanpa sebab? Atau pacar agan marah tanpa sebab terus minta putus? Pastinya agan akan emosi banget.
Di saat-saat penuh amarah seperti itu, perlu beberapa upaya untuk mengatasi amarah tersebut agar tidak menimbulkan pertengkaran ato bahkan permusuhan.
Ada beberapa tips yang mungkin bisa agan terapkan untuk menanggulangi marah/emosi tersebut:

1. PERGI 

Kalo emosi udah melesut sampe ke ubun-ubun, yang paling gampang adalah menjauhkan diri sejenak dari situasi yang bikin emosi tersebut. Biasanya “ATMOSFER” yang berbeda bisa sedikit membawa ketenangan.



2. ALIHKAN PERHATIAN

Kalimat ini pasti udah sering kita denger dari jaman TK. Dulu, kalo kita lagi ngambek, guru biasanya langsung memindahkan perhatian dari satu aktivitas yang nggak kita disenangi ke aktivitas lainnya.
Ups, ternyata trik ini masih jitu sampe sekarang, lho! Saat emosi naik, lalu kita melakukan sesuatu yang kita senangi (main game misalnya), tanpa terasa emosi akan menurun dengan sendirinya.



3. JANGAN TERIAK

Teriak menunjukkan kita nggak bisa mengontrol diri. Dan, teriak akan memancing kita untuk bertindak lebih ekstrem lagi. Memaki-maki misalnya. Makanya, ditahan aja. OK

 
4. HINDARI SENTUHAN FISIK
Kalo kita dalam kondisi emosi stabil, sentuhan fisik mungkin bisa mendatangkan perasaan seneng. Tapi kalo dalam kondisi kesel, sentuhan fisik bisa berubah jadi marah (bogem, melempar, dan kekerasan fisik lainnya). So, kalo rasanya tangan/kaki udah “GATEL” mending diajak jalan-jalan aja. Mondar-mandir di halaman rumah, atau pergi ke mal, atau kemana gitu agar Bisa emosinya Sudah Reda.



5. TANYA DIRI SENDIRI
Ketika seseorang ato sesuatu bikin agan marah, coba tanya pada diri sendiri, "Apa perlu aku jadi suntuk sendiri dan buang-buang energi lebih banyak lagi buat ini?" Kalo jawaban, “TIDAK!”, berarti agan pinter. Tapi kalo jawaban, "Ya", kayaknya agan musti ngulang dari step pertama lagi deh...

 

Thanks Untuk Agan Agan Yang Sudah Baca..,ToLong Koment Berita iNi .,berikan Kritik dan Saran Anda......,,
Ciiiiaattt,,Ciiiiiiiiiiiaaaatttt,,,Ciiiiiiiiiiiaaaaaaatt..AdAww.
Disini Agan THOMAS  ingin berbagi sedikit tips untuk menahan emosi simak selengkapnya di bawah ini :

1. BERWUDHU & SHOLAT

  • Berwudhu akan mengurangi panasnya "bara" amarah di dalam hati. Dan, sholat akan membuat pernafasan Anda menjadi lebih pelan dan lebih rileks. Ini sebuah cara ampuh untuk menurunkan tekanan psikologis maupun stress.


2. BERSIKAPLAH DEWASA

  • Umumnya mereka yang dewasa secara akal, pikiran, dan lebih matang memiliki pengendalian diri yang baik. Mungkin anda saat ini belum mempunyai pengendalian diri namun latihlah dari sekarang sebab dengan menahan diri untuk tidak marah Anda merupakan seorang pria yang jantan karena bisa mengendalian amarah dan hawa nafsu yang bergejolak.


3. PERGI KE KAMAR MANDI KEMUDIAN CUCI MUKA

  • Air dapat membersihakan kotoran dan mengalirkan segala sesutu. Jika anda sedang dalam keadaan marah sebaiknya lekaslah mengambil air.


4. LEBIH RELIGIUS

  • Jika selama ini Anda kurang aktif di pengajian ataupun kegiatan keagamaan lainnya, kenapa tidak segera memulainya lagi? Berada di Komunitas Spiritual, akan membantu diri kita mencapai prospek filosofi yang positif. Dan, ini pada akhirnya akan mengekang segala kesinisan, amarah, dan juga agresifi.


5. SERINGLAH TERTAWA

  • Amarah dan humor memang tidak sama dan tak mungkin dalam satu waktu. Sehingga jika Anda mau tertawa, dan tak ada salahnya Anda menertawakan diri sendiri pada saat suasana mulai tidak mengenakkan hati maka amarah yang siap keluar bakal mereda, jika Anda bisa menganggap tragedi itu hanyalah sebuah "banyolan" belaka.


6. MENDENGARKAN

  • Cobalah untuk menutup mulut, diam...mendengarkan. Sudah banyak bukti, bahwa diam sanggup meredam amarah, saat bersitegang dengan lawan bicara. Setelah itu, saat Anda berbicara, maka nada bicara Anda akan terdengar lebih bijak. Ini bisa membuat orang lain belajar kepada Anda.


7. TINGKATKAN EMPATI

  • Lihatlah situasinya menurut sudut pandang orang lain. Ini akan membuat Anda menemukan kecakapan baru, bahwa Anda bisa merasakan apa yang mereka rasakan. Maka, orang lain akan lebih menghargai Anda.


8. MEMAAFAKAN

  • Betapa pun Anda pernah luka di "hati" yang dalam membekas, cobalah untuk memaafkan...meskipun menurut Anda hal itu tidak mungkin untuk dimaafkan. Cobalah melepaskan amarah dengan memaafkannya. Percayalah, Anda akan merasakan "pelepasan beban" yang membuat hidup jauh lebih ringan untuk dijalani.


9. TOLERANSI

  • Belajar menerima orang lain seperti apa adanya, bukan ingin menjadikan mereka sesuai kehendak Anda. Dengan sikap toleran ini, maka pada saat Anda berbicara, itu akan lebih didengarkan oleh orang lain.


10. MILIKI SAHABAT KARIB

  • Seorang sahabat karib, bisa dipercaya, dan dapat memberikan dukungan buat Anda, pada saat diperlukan. Sahabat juga tempat untuk berbagi. Dengan berbagi (curhat), gemuruh amarah akan menemukan pelepasannya, sehingga bisa diredakan.


11. BAHASA POSITIF DAN LUGAS

  • Meskipun marah karena merasakan ketidak adilan pada diri Anda, tetaplah fokus dan selektif. Gunakan bahasa positif namun lugas, simple, dengan nada suara yang rendah. Ini bisa membuat rasa marah mereda, dan bicara Anda pun akan lebih diperhatikan, dibandingkan jika Anda mengungkapkannya dengan nada tinggi dan keras, apalagi jika sampai memaki dan menghujat...yang mana bisa saja "seluruh isi kebun binatang" keluar dari mulut Anda.


12. MEMELIHARA BINATANG

  • Nah, daripada "seluruh isi kebun binatang" keluar dari mulut Anda, saat marah...mendingan Anda memelihara hewan kesayangan. Ini tidak menuntut banyak, kecuali makanan dan perhatian. Memelihara hewan kesayangan adalah tindakan bagus dan baik, sebagai awal Anda untuk belajar memperhatikan lingkungan sekitar Anda. Penelitian psikologis, menunjukkan bahwa secara fisik dan emosi, pemilik hewan kesayangan lebih baik, dibandingkan yang tidak memilikinya.
Nah bagaimana kita menghadapinya??
Cobalah 5 Tips berikut ini untuk menjaga emosi agar tetap aman terkendali.

1. Biarkan keluar

Terkadang Anda juga perlu untuk mengekspresikan perasaan agar hati menjadi lebih ringan. Memendam dan menahan perasaan marah atau sedih dapat menyedot energi Anda dan mempengaruhi hubungan dengan orang tercinta, dan area lain dalam kehidupan pribadi dan profesional Anda. Jadi biarkan orang lain tahu jika sesuatu sedang mengganggu Anda. Jika kesulitan mengungkapkannya dengan kata-kata, cobalah menuliskannya ke dalam jurnal atau buku harian.

2. Hitung sampai sepuluh

Emosi adalah sesuatu yang kuat dan dapat muncul kapan pun: di tempat kerja, di supermarket, saat bersama teman-teman, bahkan di meja makan saat Anda sedang makan malam. Bila Anda merasakan emosi akan meluap, berhentilah sejenak dan hitung sampai 10 sebelum Anda mengatakan atau melakukan apa pun. Melakukan hal tersebut akan memberikan kesempatan kepada diri sendiri untuk tenang, menilai situasi, dan mempertimbangkan kemungkinan positif dan negatif akibat reaksi dan komentar Anda.

3. Kenali batas

Jika Anda memiliki kecenderungan untuk melakukan semua hal, berhati-hatilah! Tahan hasrat untuk menjadi manusia super yang menangani semua persoalan sendirian. Mintalah bantuan jika diperlukan. Bagi pekerjaan besar menjadi beberapa bagian yang lebih kecil dan delegasikan, bahkan tugas-tugas kecil sekali pun dan lakukan sebelum menumpuk. Belajar bagaimana mengenali dan mengekspresikan batas kemampuan diri adalah penting untuk menghindari ledakan emosi.

4. Bicara kepada diri sendiri

Emosi kita terkadang tak stabil. Suatu saat Anda bisa merasa senang, di menit berikutnya bisa jadi perasaan tidak karuan. Rasa khawatir tiba-tiba menyeruak dari dalam hati. Sesuatu atau mungkin beberapa hal terjadi di luar rencana dan harapan, dan Anda pun mulai terpuruk ke dalam lubang kegelapan. Sebelum terpuruk terlalu dalam, bicaralah kepada diri sendiri. Tanyakan apa yang dapat dipelajari dari situasi yang tengah dihadapi dan bagaimana cara agar Anda dapat membuat rencana yang lebih efektif di masa yang akan datang.

5. Penuhi kebutuhan dasar

Emosi datang menyerang pada saat Anda berada di dalam kondisi yang paling rentan: ketika jadwal kegiatan, peran dan tanggung jawab Anda sangat padat. Maka dari itu pastikan Anda telah memenuhi kebutuhan dasar terlebih dulu seperti makan, minum, tidur, dan olahraga yang cukup. Anda akan lebih mudah untuk tetap tenang, berkepala dingin, dan siap jika berolahraga secara teratur, makan makanan sehat, dan mendapatkan cukup tidur.

Nah Jadi Agar Agan Agan iNi Bisa Melaksanakannya.,BacaLah dengan Hati Yang Paling daLam